1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 161 – 170)

SALOKA 161

BHELLU NORO’ ASENNÈN

Artinya :
Anak kuda ikut bermain senenan (Permainan nèn-sennèn adalah permainan anak di Madura yang tampil lari dengan menggendong pasangan temannya yang saling melempar bola kepada pasangan pelempar bola lainnya.)

Isi nasehat :
Perumpamaan bgi orang yang suka ikut-ikutan perbuatan orang lain, padahal tidak tahu maksud dan tujuannya.

Watak dan perbuatan seseorang yang tidak mempunyai pendirian biasanya hanya sekadar ikut-ikutan orang lain.Dia tidak memiliki wawasan keilmuan untuk acuan berbuat sesuatu di dalam kehidupannya.Pengalanan hasil meniru tanpa ilmu dijadikan sandaran utama bagi aktivitas kehidupannya.


SALOKA 162

BHELLU AKEMMÈ KA CÈTHAGGHÂ MACAN

Artinya :
Anak kuda mengencingi kepala macan

Isi nasehat :
Sebagai perumpamaan bagi seseorang yang pada awalnya dianggap seorang level masyarakat rendah dari golongan rakyat jelata, kemudian karena berprestasi hebat ia mendapatkan kedudukan / pangkat dan jabatan tinggi sehingga para kaum priyayi iu menjadi bawahannya.

Pada era melenium saat ini level atau strata kehormatan seseorang begeser jauh dibading jaman feodalsme dahulu yang menggunakan kasta, keturunan kaum ningrat ataupun golongan kaya .Barangsiapa menguasai keilmuan dalam mengembangkan potensinya akan naik strata kehidupan sosialnya tanpa harus berasal dari kalangan bangsawan sekalipun.


SALOKA 163

BELLU’ ABÂNGBÂNG

Artinya :
Bagai belut bersayap
( Perumpamaan seekor belut yang terkenal sebagai ikan yang permukaan kulitnya sangat licin andaikan memiliki sayap )

Isi nasehat:
Perumpamaan orang yang pandai bersilat lidah dan memutar balik kata-kata dan telah beberapa kali tersandung masalah,tetapi selalu lolos dari hukuman.

Diucapkan kepada seseorang yang karena kelihaiannya memelintir kata-kata menyebabkan orang lain kalah berdebat.Ia pandai mengelabuhi orang lain melalui kepiawaian berbicara
sampai aparat yang berwajibpun seperti kesulitan menjeratnya dengan pasal pelanggaran hukum.


SALOKA 164

BELLU’ ABUNTO’ ARÈ’

Artinya :
Bagaikan belut berekor celurit

Isi nasehat :
Gambaran sikap seseorang yang semula mengumbar janji manis, ternyata pada akhirnya mengingkari janji dengan daih kata-kata yang berputar-putar ke sana ke mari.

Orang yang pada awalnya suka mengumbar janji dengan ungkapan kata manis dan berlebihan pasti memiliki niat lain di balik itu.Jika kita terlena bakal menanggung kecewa dan mengalami kerugian di kemudian hari.Ramah penuh senyum saat di depan tapi menghantam dari belakang.


SALOKA 165

BÂḌÂ È THÈK-ENTHÈGHÂN

Artinya :
Bagaikan berada pada jari kelingking

Isi nasehat :
Perumpaaan kepada seseuatu yang sangat mudah dikerjakan.

Sesuatu hal yang sepele atau sangat mudah tidak membutuhkan upaya yang rumit seperti tenaga,biaya,pikiran,dan iak membutuhkan waktu lama.Pantas hanya diumpamakan bagai kerja jari kelingking yang paling kecil di tangan kita.


SALOKA 166

BUḌḌHÂK LÈCANGNGA TA’ NORO’ NGAKAN NANGKANA

Artinya:
Terkena getahnya tapi tidak ikut makan nangkanya

Isi nasehat :
Pekerjaan melelahkan tapi tidak memperoleh bagian hasil apa-apa.

Perumpanaan seseorang yang telah berkorban mengerahkan tenaga, pikiran, biaya dan waktu,ternyata tidak memperoleh bagian apapun dari hasil jerih payahnya.


SALOKA 167

BÂJÂNG SAKOTHAK

Artinya:
Wayang satu kotak

Isi nasehat :
Para bangsawan,para abdi dan rakyat jelata berkumpul bersama di satu tempat.

Ada kalanya untuk kepentingan bersama pada saat tertentu para pembesar bisa berkumpul atau nembaur bersama seluruh elemen nasyarakat demi kepentingan agama, kemasyarakatan ,bangsa atau negara.


SALOKA 168

BÂJÂNG È KELLÈR

Artinya :
Bagaikan wayang dengan latar belakang pada layar

Isi nasehat :
Sebuah perumpanaan kehidupan manusia di atas dunia.

Dunia adalah panggung kehidupan dengan latar belakang masing-masing kehidupan manusia.Semua manusia nemiliki peran masing-masing .Adapun Tuhan sebagai maha dalang yang memiliki hak mutlak menentukan peran serta takdir seluruh makhluk penghuni jagat raya.


SALOKA 169

BÂBI ÈDHEDDHEL KA ARAK

Artinya :
Daging babi dicelupkan ke dalam arak
( sebelum dimakan )

Isi nasehat :
Perumpanaan perbuatan yang buruk masih ditumpangi dengan hal yang buruk lagi.

Acapkali seseorang berprilaku buruk yang kelakuannya tidak terkontrol di dalam satu kesempatan sering melakukan beberapa maksiat sekaligus misalnya seperti :

•⁠ ⁠menikmati narkoba sambil melacur
•⁠ ⁠berjudi sambil menenggak bir
•⁠ ⁠merampok sambil membunuh
•⁠ ⁠memukul orang sambil mencaci
Sungguh perbuatan bejat yang menumpuk banyak dosa.


SALOKA 170

BHÂBHÂTHANG NGAJHÂK MATÈ

Artinya :
Bagaikan bangkai mengajak mati

Isi nasehat :
Perumpamaan seseorang berbuat celaka yang melibatkan sanak keluarganya sendiri.

Dalam pertemananpun sering terjadi juga bahwa seseorang melakukan tindakan pencurian yang mengajak teman-temannya.Ibarat penyakit ganas yang menular kepada orang terdekatnya yang juga ikut terjangkit.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 161 – 170)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.