Di sini kami tengah bersiap-siap menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus, walaupun hingga saat ini Republik Indonesia belum sepenuhnya mengakui kami, yang juga lahir, besar, bersekolah, dan tumbuh cerdas di tanah air ini.
Kami boleh pulang ke Indonesia hanya sebagai visitor, bukan sebagai inovator yang sepenuhnya diterima untuk mengabdi dan berbagi karya.
Kami tidak butuh uang. Kami tidak butuh jabatan. Kami tidak haus kekuasaan, apalagi korupsi.
Kami hanya ingin bersyukur, menyampaikan cinta kami kepada rakyat dan bangsa ini, sebelum Allah SWT memanggil kami untuk selama-lamanya.
Semoga masih ada pemimpin negeri ini, pejabat, wakil rakyat, atau siapa pun yang diberi amanah oleh sejarah, yang sadar dan tergerak bahwa kami, diaspora Indonesia, masih sangat mencintai negeri ini.
Indonesia tetap di hati kami. Takkan pernah pergi.
Hormat kami,
Surachman Dimyati
No Comments
Leave a comment Cancel