1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 121 – 130)

SALOKA 121

MARA PATÈ’ KASANGA

Artinya : Seperti anjing di musim angin barat.
(katika musim hujan dan angin barat biasanya anjing-anjing suka bertarung dan nengonggong)

Isi nasehat : Banyak orang bertengkar Pada waktu-waktu tertentu manusiapun terkadang sering bertengkar berebutan sesuatu, seperti adanya perseteruan kelompok politik, urusan ekonomi,atau berebutan peluang
urusan kebutuhan perut.


SALOKA 122

MARA PATÈ’ NEMMO TOLANG

Artiya :
Seperti anjing menemukan tulang

Isi nasehat :
Tabiat orang yang tamak atau rakus sangat berambisi bahwa apa saja yang ia jumpai ingin diambil dan harus menjadi miliknya sendiri.Biasanya juga suka mengambil hak orang lain.


SALOKA 123

MARA PÈNANG ASÈBÂ’ ḌUWÂ

Artinya :
Seperti pinang dibelah dua

Isi pesan :
Gambaran terhadap dua orang yang wajah dan tubuhnya sangat mirip. Anak kembar dengan jenis kelamin yang sama,selain wajah dan perawakannya hampir sama,terkadang mengenakan pakaian yang sama juga sehingga sering sulit dibedakan antara yang satu dengan yang lain.


SALOKA 124

MARA PERRO’ SANGSANG

Artinya :
Bagaikan perut yang tersangkut

Isi nasehat :
Rembukan atau perkataan yang tak jelas ujung pangkalnya. Suatu musyawarah yang tidak memiliki konsep berupa maksud dan tujuan yang jelas serta melibatkan orang yang tidak kompeten adalah sia-sia, karena tidak terarah dan menghasilkan keputusan yang tidak jelas pula.


SALOKA 125

MARA ḌÂNGḌÂNG NYOCCO’ SOMANGKA

Artinya:
Bagai burung gagak mematuk buah semangka

Isi nasehat :
Orang bekerja tidak sungguh-sungguh

Orang yang terbiasa bekerja setengah hati maka hasilnja juga setengah- setengah.Watak orang seperti ini sebagai wujud orang tidak bertanggungjawab.Biasanya sering meninggalkan tugas yang belum selesai, bekerja tanpa target dan rencana, nengulur waktu dan berisiko pemborosan biaya dan tenaga


SALOKA 126

MARA MANO’ JHÂNGKÈPOT

Artinya:
Bagaikan burung trucuk

Isi nasehat :
Dikatakan kepada orang yang banyak bicara. Orang yang banyak bicara biasanya kurang banyak kesempatan untuk berpikir, akibatnya terkadang sulit mengontrol ucapannya, Sering juga karena pembicaraan melantur kemana
-mana mengakibatkan kurang fokus dan menyimpang dari tujuan awal.
Demikian pula ucapan seseorang yang tidak jelas maksud dan tujuannya akan mengambang dan tak perlu ditindaklanjuti,


SALOKA 127

AKANTHA MANO’ GHÂNTONG COWÈT

Artinya : seperti burung cowet berkicau dengan nada tinggi tanpa berhenti
( Burung cowet dengan nama Latinnya : Arachnothera Longirostra )

Isi nasehat :
Orang yang suka berbicara terus menerus tanpa mengenal lelah. Orang yang berbicara tanpa henti akan menyebabkan lawan bicaranya atau orang lain tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara sehingga mereka menjadi bersikap pasif. Kondisi ini memunculkan kejenuhan karena suasana yang monoton serta perkataan dikuasai satu orang.


SALOKA 128

MARA MOTHAK MÈGHÂ’ BÂLÂNG

Artinya :
Seperti kera menangkap belalang
( Ketika kera menangkap belalang, biasanya disembunyikan di ketiaknya, lalu menangkap lagi dan ketiaknya terbuka sehingga belalang di ketiaknya terbang dan tidak bisa ditangkap lagi)

Isi nasehat :
Orang yang tidak berhasil memperoleh keinginannya meskipun berusaha maksimal serta mengorbankan banyak tenaga dan biaya .

Meskipun seseorang telah berusaha keras dengan segala pengorbanan untuk mencapai suatu keingingan tapi kalau cara yang digunakan salah ,akan memperoleh kegagalan.

SALOKA 129

MARA BHEḌḌHUK MANDHIRADÂ

Artinya :
Seperti beduk Madhiradâ
( Beduk Mandhiradâ adalah nama beduk dalam cerita kuno Madura yang meskipun dipukul keras tapi bunyinya sangat pelan )

Isi nasehat :
Perumpamaan yang ditujukan kepada seseorang yang suka bersesumbar tapi tak pernah ada buktinya. Orang yang sadar diri mengenai kemampuan dirinya sebaiknya tidak usah banyak sesumbar yang membebani dirinya.Sebuah bukti nyata lebih meyakinkan dibanding sejuta sesumbar tanpa kenyataan.


SALOKA 130

MARA BÂBUDHUN GHI’ TA’ TEḌḌHÂS

Artinya :
Seperti bisul besar yang belum menetas

Isi nasehat :
Perkara yang belum diputuskan.
Suatu masalah yang belum mendapatkan solusi dan kesimpulan akhir ibarat menunggu bom waktu. Terkadang disikapi dengan harap- harap cemas serta perasaan tidak menentu.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 121 – 130)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.