Bahasa & Budaya

29/30 – Santrè sè pojhur

As a boy, Kyai Siddik is forgotten by a kyai who has sent him off to the mountains to tend goats. Because of his pure heart and kindness to all living creatures, Kyai Siddik eventually becomes a famous kyai despite having only studied with the kyai for a week. As told by Pak Zawawi Imron

Ditulis oleh

Surachman Dimyati

Mantan profesor dan penggiat sastra, budaya, serta sains dan teknologi. Berbagi pemikiran, merawat warisan budaya, dan membangun ruang belajar bersama.

Lihat 302 tulisan
Belum ada komentar
Tulis komentar Batal
Komentar untuk: 29/30 – Santrè sè pojhur

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.