1. Investasi

Investasi 101: Intrumen Investasi

Di chapter sebelumnya kita telah belajar dan mengenal tentang profil resiko dalam berinvestasi.

Sudah kamu pikirkan kah kira-kira kamu termasuk yang mana?

Di chapter ini kita akan membahas berbagai instrumen investasi yang lebih mendetail. Dengan begitu pengetahuan kamu terhadap instrumen investasi ini semakin komprehensif dan jadi bekal yang baik untuk kebiasaan investasi kamu.

Instrumen investasi yang akan kita bahas adalah deposito, emas, reksadana, saham, peer to peer lending, mata uang asing, dan cryptocurrency.

Mari kita bahas satu persatu.

Deposito

Deposito pada dasarnya adalah kita meminjamkan uang ke bank dengan periode tertentu, lalu bank akan menggunakannya untuk diputar lagi misalnya memberi pinjaman berbunga ke nasabah.

Setelah di akhir periode kita akan mendapatkan bunga sesuai yang berlaku.

Untuk periode nya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 24 bulan. Semakin lama periode nya kita akan mendapatkan lebih banyak bunga.

Oh iya, umumnya selama periode, kita tidak bisa mengambil uang kita. Namun beberapa Bank sekarang sudah mengubah aturan sehingga kita bisa taruh uang di deposito, lalu misalnya sewaktu-waktu butuh bisa diambil.

Deposito cocok untuk investor yang cari aman karena relative hampir beresiko. Selama bank masih berdiri belum bangkrut, uang kita masih ada.

Untuk bunga sendiri, rata-rata Bank di Indonesia memiliki bunga 5% hingga 6% per tahun. Ini masih relative lebih tinggi dari rata-rata inflasi yang sebesar 4% pertahun.

Emas

Emas adalah logam mulia yang paling bernilai saat ini. Emas juga mata uang universal dimana semua negara menghargai emas dengan baik.

Salah satu keunggulan dengan berinvestasi emas adalah kekuatannya yang kuat melawan inflasi. Emas cocok buat kamu yang ingin melindungi kekayaan atau nilai uang, bukan untuk mencair keuntungan.

Reksadana

Cara kerja reksadana adalah uang dikumpulkan dari masyarakat atau investor yang kemudian akan dikelola oleh Manajer Investasi profesional ke instrumen yang menurut mereka menguntungkan.

Berdasarkan pemilihan instrumennya itu sendiri, reksadana dibagi menjadi 4.

1. Reksadana Pasar Uang

Uang investor yang memilih Reksadana pasar uang akan ditaruh oleh Manajer Investasi ke instrumen yang relatif tidak beresiko seperti deposito, sertifikat bank Indonesia, dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari setahun.

Keunggulan dari reksadana pasar uang adalah kita bisa mengambil uang kapan saja bila diperlukan tanpa biaya.

Sama seperti Deposito, Reksadana pasar uang pas buat kamu tipe investor yang cari aman.

Minimal investasi hanya sekitar Rp 100 Ribu.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Untuk reksadana jenis ini, fokus instrumen yang dipilih oleh Manajer Investasi adalah obligasi dengan jangka waktu menengah (1-3 tahun).

Sejauh pengalaman saya, kita tetap bisa mencairkan investasi tipe reksadana ini bila diperlukan.

Karena cenderung aman dan memiliki keuntungan yang lebih besar daripada deposito, reksadana ini cocok untuk investor tipe moderat.

3. Reksadana Campuran

Sesuai dengan namanya, campuran, reksadana ini diletakkan diberbagai instrumen yang produktif seperti obligasi dan saham.

Reksadana ini pas untuk tipe investor yang moderat. Pengen untung namun belum bisa toleransi terlalu jauh bila nilai investasi turun drastis.

4. Reksadana Saham

Reksadana saham akan dibelikan saham-saham yang potensial dan growth oleh manajer investasi. Ini cocok buat kamu yang tipe di pertengahan moderat dan agresif.

Ketika kamu ingin beli saham namun bingung ingin beli saham yang mana, dengan berinvestasi ke reksadana saham manajer investasi akan melakukannya dengan mu.

Peer to Peer Lending

P2P Lending ini cukup populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan diproyeksikan akan tetap populer hingga tahun-tahun berikutnya selama rate pengembalian dari peminjam masih tinggi.

P2P Lending cara kerjanya kita meminjamkan sejumlah dana yang akan digunakan untuk untuk keperluan produktif oleh peminjam. Misalnya untuk keperluan usaha.

Biasanya P2P Lending memiliki jangka waktu juga, sesuai kesepakatan.

Bunga atau bagi hasilnya sekitar 12-15% pertahun membuat P2P lending cukup populer karena hasil lebih tinggi dari deposito maupun reksadana.

Sejauh ini saya telah berinvestasi dibeberapa P2P Lending. Menurut saya ini investasi yang tergolong beresiko karena potensi gagal bayar yang cukup tinggi.

Beberapa kali saya mendapatkan hasil yang minus dari P2P Lending. Namun kalau di akumulasi banyak suksesnya.

Mata Uang Asing

Memiliki uang dalam mata uang asing bisa dibilang menabung dan investasi dalam waktu yang bersamaan.

Menabung karena esensinya sama aja saat kita menyimpan uang rupiah. Berpotensi tergerus inflasi.

Namun bisa bilang investasi karena bisa faktor rupiah yang melemah disebabkan karena hal buruk Indonesia sehingga nilai mata uang asing terhadap rupiah semakin tinggi.

Sebaliknya rupiah semakin kehilangan nilainya.

Bagi orang-orang yang telah menyimpan uang di mata uang asing, maka otomatis nilai uangnya akan bertambah sering dengan nilai kurs yang terbaru.

Saya ingin menabung, kira-kira mata uang apa yang yaa?

Sejauh ini dari pengamatan dan hasil saya baca-baca artikel. Ada beberapa mata uang yang cukup kuat dan stabil karena kapitalnya yang besar dan digunakan di dunia.

Daftar mata uang asing tersebut adalah

  • USD – Dollar Amerika
  • Euro – Uangnya negara eropa
  • GBP – Uangnya negara perserikatan inggris
  • CHF – Mata uang swiss

Kamu bisa pilih diantar keempat mata uang diatas.

Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah mata uang baru yang ditambang melalui algoritma dan blockchain. Ini digadang-gadang akan menjadi uang dimasa depan karena berjalan di blockchain, sedangkan blockchain sendiri adalah teknologi yang memungkinkan untuk menghindari korupsi.

Sejauh ini mata uang cryptocurrency yang paling populer adalah Bitcoin dan Etherium.

Saya sendiri pernah berinvestasi di Bitcoin dan Etherium sejak 2 tahun yang lalu, namun di awal bulan ini saya jual semua untuk dialihkan ke emas karena merasa lebih aman di emas.

Comments to: Investasi 101: Intrumen Investasi

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.