1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 81-90)

SALOKA 81

MACAN È RONGKANGNGA JHÂ’ LÈ’-OLÈ’

Artinya :
Macan di dalam sarangnya jangan diusik-usik.

Isi nasehat :
Musuh yang sedang diam jangan ditantang atau diganggu karena mengundang celaka.

Sama dengan idiom ,jangan membangunkan macan tidur. Di antara orang-orang yang sedang berseteru dipicu masalah kecil saja akan membangkitkan kembali amarahnya. Pertengkaranpun bisa berlanjut menjadi lebih besar dan berakibat fatal.


SALOKA 82

MACAN KALA KA EMBI’

Artinya :
Macan kalah bertarung dengan kambing.

Isi nasehat :
Seorang pejabat tinggi kalah kepada bawahannya.

Seseorang bawahan yang berpotensi dan berprestasi tidak mustahil bisa lebih unggul dibandingkan atasannya yang yang tidak kreatif dan kurang visioner.Perumpamaan ini bisa juga ditujukan kepada seseorang yang hanya mengandalkan keturunan orang mulia atau terhormat yang potensinya bisa dikalahkan oleh orang biasa.


SALOKA 83

MARA AÈNG AGHILI

Artinya :
Seperti air mengalir

Isi nasehat :
Berjalan dengan melalui proses yang tetap.

Diumpamakan kepada sikap seseorang
yang selalu memberi tanpa henti.

Sikap istikomah dalam beramal adalah proses ibadah yang sangat dianjurkan. Beribadah kepada Allah dan beramal baik membantu dalam bidang sosial kemanusiaan adalah membangun keselarasan hidup manusia yang bersinergi dengan sang pencipta dan makhluk-Nya.


SALOKA 84

MARA AÈNG ÈBÂḌḌHÂI KÈRÈNG

Artinya :
Bagai air berwadah kepis ( bakul ikan )

Isi nasehat :
Sangat boros, capat habis sehingga selalu merasa kekurangan ( Madura: tarapas )

Sikap boros yang suka menghambur-
hamburkan rejeki untuk menuruti keinginan nafsu akan merusak peme nuhan kebutuhan yang sebenarnya. Sikap seperti ini hanya mengejar keingingan hari itu tidak memikirkan hari esok yang mestinya bisa hemat mengelola rejekinya.


SALOKA 85

MARA AÈNG SATENGNGA

Artinya :
Seperti air setengah wadah

Isi nasehat :
Menonjolkan diri dalam hal kepintaran ,orang mengaku pintar padahal sesungguhnya bodoh.
Orang yang mengaku kaya,padahal sesungguhnya tidak demikian.
Dikatakan pula kepada orang yang setengah gila.

Lebih baik menempatkan diri apa adanya agar ṭidak membebani diri sendiri.Menutupi kelemahan sendiri dengan cara congkak justeru akan menjatuhkan harga dirinya.


SALOKA 86

MARA AJÂM POTÈ MOLOS

Artinya :
Bagaikan ayam putih mulus

Isi nasehat :
Dikatakan kepada sikap seorang ibu yang kurang nemberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya.

Biasanya seorang ibu akan memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya.
Alangkah ganjil dan aneh jika seorang ibu nyaris tidak memberikan kasih sayang kepada anak kandungnya sendiri.


SALOKA 87

MARA AJÂM KOBHIRIYÂN

Artinya :
Seperti ayam yang sudah dikebiri

Isi nasehat :
Dikatakan kepada seorang lelaki yng penampilannya sangat sederhana lantaran kurang merawat diri.
Dikatan juga kepada orang kaya yang tidak mau menikah.


SALOKA 88

MARA ORÈNG NABBHU EGGHUNG

Artinya :
Seperti orang menabuh gong

Isi nasehat :
Seseorang yang tidak pernah dipuji ketika berbuat baik ,tetapi jika bersalah selalu mendapatkan amarah dan kecaman.

SALOKA 89

MARA ORÈNG NABBHU CANANG

Artinya :
Seperti orang menabuh canang

Isi nasehat :
Dikatakan kepada orang yang suka memuji dirinya sendiri.

Perbuatan memuji diri sendiri biasa disebut ujub.Kata-katanya menunjukkan rasa takjub terhadao kelebihan potensi yang dimilikinya. Selain menimbulkan rasa iri orang lain juga terkesan merendahkan orang lain.

SALOKA 90

MARA OLAR NEMMO KATA’

Artinya :
Bagaikan ular bertemu katak

Isi nasehat :
Orang yang sangat gembira karena mendapatkan keuntungan. Seorang pasti amat bahagia bilamana menperoleh sesuatu yang sangat disukai

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 81-90)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.