1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 221 – 234)

SALOKA 221

MON EMBI’ IYÂ GHI’ EMBI’ KÈYA

Artinya :
Kalau kambing ya tetap kambing juga

Isi nasehat :
Suatu perumpamaan bagi nasib orang kecil bagaimanapun berhasil memperjuangkan hidupnya masih juga tetap ada yang merendahkannya.

Pandangan sebelah mata seperti ini ternyata masih banyak kita temukan dalam kehidupan masyarakat ,meskipun orang yang dipandang rendah itu posisinya telah mengalami kenaikan strata sosial.Seolah orang yang asalnya dari keluarga miskin ada yang tidak rela kalau orang tersebut berubah jadi kaya .
Ada yang tidak rela kalau dari keluarga tak bependidikan ternyata anaknya menjadi orang intelektual dan berpengaruh.Meskipun orang lain sempat mengakui dan mengagumi ,
tetap saja orang iri ini menyebutkan dengan embel-emnel latar belakang orang kecil


SALOKA 222

MOWA PANḌHITA ATÈ BHUTA

Artinya :
Bagaikan berwajah pendeta tapi berhati raksasa

Isi nasehat :
Perumpamaan pada seseorang yang memiliki paras bagus tapi isi hatinya buruk.

Rupa yang yang tampan atau cantik tidak selamanya mencerminkan isi hati yang baik pula.Wajah yang kelihatannya buruk rupa tidak selamanya mencerminkan orang jahat.Isi hati sebagian besar tercermin pada sikap dan perilaku .Banyak yang tertipu pada penampilan dan wajah yang ramah , lemah lembut dan penuh simpatik, ternyata di kemudian hari pihak kepolisian berhasil mengungkap dan membuktikan secara meyakinkan bahwa dia pernah melakukan pembunuhan sadis dengan banyak korban.


SALOKA 223

MOTONG PÈKOLAN/ MOTEL PÈKOLAN

Artinya:
Bagaikan memotong pikulan/ mamatahkan pikukan.

Isi nasehat :
Sebuah gambaran yang ditujukan kapada seseorang yang tetap bersikukuh dengan pendirian atau pendapatnya.
Perumpamaan ini juga dikatakan kepada seseorang yang memotong pembicaraan secara mendadak sebelum orang lain menyelesaikan pembicaraannya secara utuh.

Seseorang yang terlalu yakin dengan dengan pendiriannya sehingga ia menolak mentah-mentah semua saran ,
nasehat walau dengan pertimbangan yang lebih baik dari orang lain.Misalnya nasehat yang diberikan kepada seseorang yang sedang cinta setengah mati kepada kekasih pujaannya yang ingin segera menikah sangat sulit dihalangi walaupun nasehat itu berasal dari orang tuanya,gurunya atau tokoh yang sangat disegani sekalipun.
Memotong pembicaraan orang lain sebelum selesai dianggap melanggar etika apalagi di depan orang banyak.


SALOKA 224

NABÂNG LAJÂNGAN PEGGHÂ’

Artinya :
Bagaikan mengejar layang-layang yang putus talinya

Isi nasehat:
Dikatakan keopada seseorang yang berburu ingin mendapatkan sesuatu yang telah dilepaskannya ,sulit didapatkanhya lagi.

Sifat kurang waspada ,tanpa pikir panjang,serta kurang pertimbangan banyak dilakukan orang untuk melepaskan sesuatu yang sudah nenjadi haknya miliknya begitu saja.Jika hal itu sudah telanjur jatuh ke tangan orang lain,amat sulit untuk diperolehnya kembali.Mirip sekali dengan adanya sebuah peluang yang ditawarkan kepada seseorang tapi tidak direspon dengan baik justeru kesempatan itu jatuh kepada orang lain yang kebih tanggap dan antusias.Jika peluang itu diambil orang lain tentu dapat dipastikan sulit untuk merebutnya kembali.


SALOKA 225

NAPOK NGÈNJHÂM TANANG

Artinya :
Menampar dengan menggunakan tangan orang lain

Isi nasehat:
Menyakiti srseorang dengan menyuruh orang lain

Perumpamaan ini mirip seperti pepatah lempar batu sembunyi tangan.Tindakan seorang pengecut dan tidak kesatria. Dia berani berbuat tapi tak berani bertanggungjawab. Dia tidak berani menanggung akibat perbuatannya dan orang lain yang harus menerima risikonya


SALOKA 226

PAÈ’ JHÂ’ DHULI PALOWA MANÈS JHÂ’ DHULI GHÂLUNYO’

Artinya:
Jika terasa pahit jangan segera dimuntahkan dan jika terasa manis jangan segera ditelan

Isi nasehat :
Apa saja harus dipikir lebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu sebelum dipikir dengan pertimbangan yang matang.
Seringkali kita alami bahwa banyak hal yang semula kelihatannya buruk ternyata di belakang hari justeru membawa kebaikan bagi kita. Sebaliknya banyak hal kelihatannya baik ternyata menbawa keburukan bagi kita.Untuk menyikapi hal ini kita harus cermat berpikir untuk wawasan jangka panjang di dalam memutuskan sesuatu tindakan.Keputusan untuk bertindak bukan untuk kepentingan jangka pendek, tapi untuk jangka panjang dan masa depan.Sesuatu yang pada bagian luarnya begitu baik belum tentu bagian dalamnya juga baik.Sebaliknya yang bagian luarnya kelihatan buruk belum tentu bagian dalamnya juga buruk. Perlu berpikir bijak dan tidak terlalu terpesona oleh kesan sesaat.Perlu analisis tentang dampak risiko yang harus dipertimbangkan.Tentu tidak ada sebuah keputusan tanpa risiko,tetapi carilah krputusan yang paling kecil risikonya.


SALOKA 227

PERRÈNG NYANḌÂR KA REBBHUNG

Artinya :
Ibarat bambu menyandar kepada rebung

Isi nasehat :
Sebagai perumpamaan orang tua hidup mengikuti anaknya

Suatu perumpamaan pada usia muda ataupun lanjut orang tua hidup menumpang di rumah anaknya.Tidak semua orang tua hidup beruntung sampai usia senja.Ada kalanya mengalami kemiskinan atau mengalami sakit yang membutuhkan perawatan. Sebenarnya hal tersebut merupakan kewajiban anak sekaligus membalas budi kepada orang tuanya yang telah membesarkan dirinya lahir batin sejak sebelum dilahirkan.


SALOKA 228

REBBHUNG NYANḌÂR KA PERRÈNG

Artinya :
Rebung nenyandar kepada bambu

Isi nasehat :
Suatu perumpamaan bagi anak yang menumpang di rumah orang tuanya.

Sebuah perumpamsan bagi kehidupan seorang anak meskipun sudah dewasa atau sudah berumahtangga ternyata nasibnya kurang beruntung sehingga menumpang hidup di rumah orang tuanya.Jangankan membangun rumah,
untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup.Dalam kondusi seperti ini tidak sedikit orang tua masih ikut memikul beban menafkai anaknya yang sudah berumah tangga.


SALOKA 229

SÈ TAO JHÂ’ ḌIMMA SÈ GHÂTEL COMA ORÈNGNGA DHIBI’

Artinya:

Yang mengetahui di bagian mana tubuh yang gatal adalah orang itu sendiri

Isi nasehat :
Yang paling tahu salah dan benar dari perilakunya adalah dirinya sendiri.

Segala perilaku atau perbuatan mulai dari niat,maksud, dan tujuan adalah orang bersangkutan sebagai pelaku yang sangat mengetahuinya.
Orang lain sesungguhnya hanya memahami sepintas,bagian yang terlihat dan terdengar.Tidak ada orang yang tahu baik buruknya isi hati seseorang.Sebagaimana bagian tubuh yang gatal hanya sang pemilik tubuh saja yang mengetahinya.

SALOKA 230

SAPA SÈ NGAKAN KAPOR BÂ’ÂNG

Artinya:
Barangsiapa yang memakan kapur akan merasakan pahang

Isi nasehat :
Barangsiapa yang menggunjing tentang keburukan orang lain,pada suatu saat akan mengalami nasib buruk sebagai akibat dari perkataannya itu.

Sekalipun orang lain telah terbukti nyata berbuat salah atau berbuat jahat,
tapi tidak etis dijadikan bahan pergunjingan .Pada suatu saat hal itu akan ada yang myampaikan juga kepada orang yang menjadi sasaran gunjingan.Saat itulah dimulainya permusuhan yang berarti mengundang celaka bagi penggunjing.


SALOKA 231

TAḌÂ’ OMBÂ’ TAḌÂ’ ANGÈN

Artinya :
Tidak ada ombak dan tidak ada angin

Isi nasehat :
Kejadian yang sifatnya mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Hal-hal mengejutkan seringkali terjadi tanpa didahului peristiwa tertentu.Tanpa
kita ketahui penyebab yang pasti tiba-tiba seseorang mengamuk di tengah keramaian.Tanpa alasan yang jelas tiba-tiba seorang tetangga melabrak penghuni rumah di selahnya.


SALOKA 232

TÈTTÈ NGAJHÂK SEMPAL

Artinya:
Bagaikan benalu mengajak sempal
( patah dan jatuh )

Isi nasehat :
Orang yang menumpang hidup di rumah orang lain tetapi mengajak celaka kepada sang pemilik rumah.

Tidak semua orang yang kita bantu atau kita lindungi tahu membalas budi akan kebaikan kita.Dalam kenyataan banyak sekali terjadi orang yang tulus membantu menjadi korban akibat ajakan berbuat celaka orang yang selama ini dilindunginya.

SALOKA 233

TOMBHÂK COCCO’AN

Artinya :
Ibarat tombak untuk mematuk

Isi nasehat :
Diumpamakan kepada sifat seseorang yang selalu mengadu domba

Ada kalanya orang ingin memecah belah dengan cara mengadu domba sehingga terjadilah permusuhan berkepanjangan.Sang pemecah belah sudah pasti memiliki niat tertentu demi memperoleh keuntungan tertentu. Dalam skala kecil mungkin akan terjadi permusuhan antar perorangan Tapi dalam skala besar sering dilakukan penjajah untuk menguasai sebuah negara bahkan sampai perang antar negara bahkan perang dunia.


SALOKA 234

TAḌÂ’ PEGGHÂ’NA KOBÂL

Artinya :
Tak ada putusnya daun kobal
( Daun dari sejenis pohon enau yang bisa dipilin menjadi tali kecil tetapi sangat kuat)

Isi nasehat :
Tidak ada putusnya cerita atau perkataan

Perumpamaan bagi orang pandai dan lihai mengolah kata-kata serta pintar mengolah akting dengan ekspresi yang menarik akan mampu berbicara terus menerus.Ada saja perbendaharaan kata yang tak terduga yang membuat pendengarnya tertarik dan tertegun Jika itu adalah bentuk cerita atau dongeng ia kan membuat penasaran serta ingin tahu cerita selanjutnya dan bagaimana akhir ceritanya.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 221 – 234)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.