SALOKA 221
MON EMBI’ IYÂ GHI’ EMBI’ KÈYA
Artinya :
Kalau kambing ya tetap kambing juga
Isi nasehat :
Suatu perumpamaan bagi nasib orang kecil bagaimanapun berhasil memperjuangkan hidupnya masih juga tetap ada yang merendahkannya.
Pandangan sebelah mata seperti ini ternyata masih banyak kita temukan dalam kehidupan masyarakat ,meskipun orang yang dipandang rendah itu posisinya telah mengalami kenaikan strata sosial.Seolah orang yang asalnya dari keluarga miskin ada yang tidak rela kalau orang tersebut berubah jadi kaya .
Ada yang tidak rela kalau dari keluarga tak bependidikan ternyata anaknya menjadi orang intelektual dan berpengaruh.Meskipun orang lain sempat mengakui dan mengagumi ,
tetap saja orang iri ini menyebutkan dengan embel-emnel latar belakang orang kecil
SALOKA 222
MOWA PANḌHITA ATÈ BHUTA
Artinya :
Bagaikan berwajah pendeta tapi berhati raksasa
Isi nasehat :
Perumpamaan pada seseorang yang memiliki paras bagus tapi isi hatinya buruk.
Rupa yang yang tampan atau cantik tidak selamanya mencerminkan isi hati yang baik pula.Wajah yang kelihatannya buruk rupa tidak selamanya mencerminkan orang jahat.Isi hati sebagian besar tercermin pada sikap dan perilaku .Banyak yang tertipu pada penampilan dan wajah yang ramah , lemah lembut dan penuh simpatik, ternyata di kemudian hari pihak kepolisian berhasil mengungkap dan membuktikan secara meyakinkan bahwa dia pernah melakukan pembunuhan sadis dengan banyak korban.
SALOKA 223
MOTONG PÈKOLAN/ MOTEL PÈKOLAN
Artinya:
Bagaikan memotong pikulan/ mamatahkan pikukan.
Isi nasehat :
Sebuah gambaran yang ditujukan kapada seseorang yang tetap bersikukuh dengan pendirian atau pendapatnya.
Perumpamaan ini juga dikatakan kepada seseorang yang memotong pembicaraan secara mendadak sebelum orang lain menyelesaikan pembicaraannya secara utuh.
Seseorang yang terlalu yakin dengan dengan pendiriannya sehingga ia menolak mentah-mentah semua saran ,
nasehat walau dengan pertimbangan yang lebih baik dari orang lain.Misalnya nasehat yang diberikan kepada seseorang yang sedang cinta setengah mati kepada kekasih pujaannya yang ingin segera menikah sangat sulit dihalangi walaupun nasehat itu berasal dari orang tuanya,gurunya atau tokoh yang sangat disegani sekalipun.
Memotong pembicaraan orang lain sebelum selesai dianggap melanggar etika apalagi di depan orang banyak.
SALOKA 224
NABÂNG LAJÂNGAN PEGGHÂ’
Artinya :
Bagaikan mengejar layang-layang yang putus talinya
Isi nasehat:
Dikatakan keopada seseorang yang berburu ingin mendapatkan sesuatu yang telah dilepaskannya ,sulit didapatkanhya lagi.
Sifat kurang waspada ,tanpa pikir panjang,serta kurang pertimbangan banyak dilakukan orang untuk melepaskan sesuatu yang sudah nenjadi haknya miliknya begitu saja.Jika hal itu sudah telanjur jatuh ke tangan orang lain,amat sulit untuk diperolehnya kembali.Mirip sekali dengan adanya sebuah peluang yang ditawarkan kepada seseorang tapi tidak direspon dengan baik justeru kesempatan itu jatuh kepada orang lain yang kebih tanggap dan antusias.Jika peluang itu diambil orang lain tentu dapat dipastikan sulit untuk merebutnya kembali.
SALOKA 225
NAPOK NGÈNJHÂM TANANG
Artinya :
Menampar dengan menggunakan tangan orang lain
Isi nasehat:
Menyakiti srseorang dengan menyuruh orang lain
Perumpamaan ini mirip seperti pepatah lempar batu sembunyi tangan.Tindakan seorang pengecut dan tidak kesatria. Dia berani berbuat tapi tak berani bertanggungjawab. Dia tidak berani menanggung akibat perbuatannya dan orang lain yang harus menerima risikonya
SALOKA 226
PAÈ’ JHÂ’ DHULI PALOWA MANÈS JHÂ’ DHULI GHÂLUNYO’
Artinya:
Jika terasa pahit jangan segera dimuntahkan dan jika terasa manis jangan segera ditelan
Isi nasehat :
Apa saja harus dipikir lebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu sebelum dipikir dengan pertimbangan yang matang.
Seringkali kita alami bahwa banyak hal yang semula kelihatannya buruk ternyata di belakang hari justeru membawa kebaikan bagi kita. Sebaliknya banyak hal kelihatannya baik ternyata menbawa keburukan bagi kita.Untuk menyikapi hal ini kita harus cermat berpikir untuk wawasan jangka panjang di dalam memutuskan sesuatu tindakan.Keputusan untuk bertindak bukan untuk kepentingan jangka pendek, tapi untuk jangka panjang dan masa depan.Sesuatu yang pada bagian luarnya begitu baik belum tentu bagian dalamnya juga baik.Sebaliknya yang bagian luarnya kelihatan buruk belum tentu bagian dalamnya juga buruk. Perlu berpikir bijak dan tidak terlalu terpesona oleh kesan sesaat.Perlu analisis tentang dampak risiko yang harus dipertimbangkan.Tentu tidak ada sebuah keputusan tanpa risiko,tetapi carilah krputusan yang paling kecil risikonya.
SALOKA 227
PERRÈNG NYANḌÂR KA REBBHUNG
Artinya :
Ibarat bambu menyandar kepada rebung
Isi nasehat :
Sebagai perumpamaan orang tua hidup mengikuti anaknya
Suatu perumpamaan pada usia muda ataupun lanjut orang tua hidup menumpang di rumah anaknya.Tidak semua orang tua hidup beruntung sampai usia senja.Ada kalanya mengalami kemiskinan atau mengalami sakit yang membutuhkan perawatan. Sebenarnya hal tersebut merupakan kewajiban anak sekaligus membalas budi kepada orang tuanya yang telah membesarkan dirinya lahir batin sejak sebelum dilahirkan.
SALOKA 228
REBBHUNG NYANḌÂR KA PERRÈNG
Artinya :
Rebung nenyandar kepada bambu
Isi nasehat :
Suatu perumpamaan bagi anak yang menumpang di rumah orang tuanya.
Sebuah perumpamsan bagi kehidupan seorang anak meskipun sudah dewasa atau sudah berumahtangga ternyata nasibnya kurang beruntung sehingga menumpang hidup di rumah orang tuanya.Jangankan membangun rumah,
untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup.Dalam kondusi seperti ini tidak sedikit orang tua masih ikut memikul beban menafkai anaknya yang sudah berumah tangga.
SALOKA 229
SÈ TAO JHÂ’ ḌIMMA SÈ GHÂTEL COMA ORÈNGNGA DHIBI’
Artinya:
Yang mengetahui di bagian mana tubuh yang gatal adalah orang itu sendiri
Isi nasehat :
Yang paling tahu salah dan benar dari perilakunya adalah dirinya sendiri.
Segala perilaku atau perbuatan mulai dari niat,maksud, dan tujuan adalah orang bersangkutan sebagai pelaku yang sangat mengetahuinya.
Orang lain sesungguhnya hanya memahami sepintas,bagian yang terlihat dan terdengar.Tidak ada orang yang tahu baik buruknya isi hati seseorang.Sebagaimana bagian tubuh yang gatal hanya sang pemilik tubuh saja yang mengetahinya.
SALOKA 230
SAPA SÈ NGAKAN KAPOR BÂ’ÂNG
Artinya:
Barangsiapa yang memakan kapur akan merasakan pahang
Isi nasehat :
Barangsiapa yang menggunjing tentang keburukan orang lain,pada suatu saat akan mengalami nasib buruk sebagai akibat dari perkataannya itu.
Sekalipun orang lain telah terbukti nyata berbuat salah atau berbuat jahat,
tapi tidak etis dijadikan bahan pergunjingan .Pada suatu saat hal itu akan ada yang myampaikan juga kepada orang yang menjadi sasaran gunjingan.Saat itulah dimulainya permusuhan yang berarti mengundang celaka bagi penggunjing.
SALOKA 231
TAḌÂ’ OMBÂ’ TAḌÂ’ ANGÈN
Artinya :
Tidak ada ombak dan tidak ada angin
Isi nasehat :
Kejadian yang sifatnya mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
Hal-hal mengejutkan seringkali terjadi tanpa didahului peristiwa tertentu.Tanpa
kita ketahui penyebab yang pasti tiba-tiba seseorang mengamuk di tengah keramaian.Tanpa alasan yang jelas tiba-tiba seorang tetangga melabrak penghuni rumah di selahnya.
SALOKA 232
TÈTTÈ NGAJHÂK SEMPAL
Artinya:
Bagaikan benalu mengajak sempal
( patah dan jatuh )
Isi nasehat :
Orang yang menumpang hidup di rumah orang lain tetapi mengajak celaka kepada sang pemilik rumah.
Tidak semua orang yang kita bantu atau kita lindungi tahu membalas budi akan kebaikan kita.Dalam kenyataan banyak sekali terjadi orang yang tulus membantu menjadi korban akibat ajakan berbuat celaka orang yang selama ini dilindunginya.
SALOKA 233
TOMBHÂK COCCO’AN
Artinya :
Ibarat tombak untuk mematuk
Isi nasehat :
Diumpamakan kepada sifat seseorang yang selalu mengadu domba
Ada kalanya orang ingin memecah belah dengan cara mengadu domba sehingga terjadilah permusuhan berkepanjangan.Sang pemecah belah sudah pasti memiliki niat tertentu demi memperoleh keuntungan tertentu. Dalam skala kecil mungkin akan terjadi permusuhan antar perorangan Tapi dalam skala besar sering dilakukan penjajah untuk menguasai sebuah negara bahkan sampai perang antar negara bahkan perang dunia.
SALOKA 234
TAḌÂ’ PEGGHÂ’NA KOBÂL
Artinya :
Tak ada putusnya daun kobal
( Daun dari sejenis pohon enau yang bisa dipilin menjadi tali kecil tetapi sangat kuat)
Isi nasehat :
Tidak ada putusnya cerita atau perkataan
Perumpamaan bagi orang pandai dan lihai mengolah kata-kata serta pintar mengolah akting dengan ekspresi yang menarik akan mampu berbicara terus menerus.Ada saja perbendaharaan kata yang tak terduga yang membuat pendengarnya tertarik dan tertegun Jika itu adalah bentuk cerita atau dongeng ia kan membuat penasaran serta ingin tahu cerita selanjutnya dan bagaimana akhir ceritanya.
Oleh R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS
No Comments
Leave a comment Cancel