SALOKA 131
MARA BHÂNGBHÂNGAN LEGHUNG
Artinya :
Bagaikan kakap merah dari Legung
(Kakap yang dikeringkan meskipun sepintas berbau agak busuk tetapi banyak digemari orang sebagai lauk . Legung adalah nama desa di Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep Madura )
Isi nasehat :
Ucapan yang jorok tapi menjadi bahan candaan yang disukai banyak orang.
Suatu perumpamaan bahwa ucapan yang tedengar mesum tetapi jika dikemas dengan selera humor yang tinggi bisa nenjadi bahan candaan yang
mengasyikkan juga, tanpa menyinggung perasaan siapapun.
SALOKA 132
MÈKOL TOWA’ SAMBI ALA’JÂN RÈ’-KÈRÈ’
Artinya :
Memikul arak sambil mengusik atau becanda dengan anak anjing.
( kelakuan yang neyebabkan araknya tumpah dan anjingnya lari )
Isi nasehat :
Orang yang menderita kerugian dua kali.
Mengerjakan sesuatu sambil bemain- main sering mengundang akibat berupa kerugian.Demikian juga bekerja sambil guyonan sering menimbulkan kerugian atau kecelakaan kerja.
SALOKA 133
MAKAPAÈ JHÂRÂN BURU
Artinya: Memakaikan pelana kepada kuda yang sedang lari
Isi nasehat :
Seorang penipu yang juga bisa tertipu orang lain.
Sepandai apapun seseorang pasti ada orang lain yang lebih pandai dari dirinya.Karena itu siapapun tidak boleh sombong mengaku dirinya yang paling unggul. Semua pasti nemiliki titik kelemahan yang bisa dibidik oleh lawan untuk menjatuhkan atau untuk mengalahkannya.
SALOKA 134
MASANA MOK-MOK GHI’ BHURU NÈTTÈYA KERRÈS
Artinya :
Setelah datang masanya banyak orang mengamuk barulah menempa keris.
Isi nasehat :
Gambaran sikap seseorang yang baru waspada setelah dirinya tertimpa musibah atau celaka.
Mestinya seperti pepatah “Sedia payung sebelum hujan”,waspada dan berhati- hatilah sebelum musibah datang.
SALOKA 135
MASANA ORÈNG KATONON GHI’ BHURU AGHÂBÂY SOMOR
Artinya :
Ketika banyak orang mengalami kebakaran,barulah membuat sumur.
( jaman dulu air sumur menjadi harapan utama untuk memadamkan kobaran api saat kebakaran selain air sungai atau telaga )
Isi nasehat :
Sikap seseorang yang baru waspada setelah ditimpa musibah atau celaka.
( sama masudnya dengan saloka 134 )
Kewaspadaan atau upaya pencegahan tidak usah menunggu datangnya musibah.Tindakan seperti itu sudah terlambat.
SALOKA 136
MALAPPAÈ MANO’ NGABÂNG
Artinya :
Meracik rempah-rempah untuk memasak daging burung yang masih terbang
Isi nasehat:
Sikap seseorang yang berlagak tahu atau memastikan keuntungan,pada hal belum tentu keinginannya itu bisa didapat
Sikap orang yang terlalu optimis atau terlalu percaya diri,seolah sudah tahu sebelum terjadi. Sikap berspekulasi seperti ini pada umumnya sering berakhir dengan kekecewaan dan kegagalan.
SALOKA 137
MALANG SERRAT
Artinya :
Bagai serat kayu yang melintang
Isi nasehat:
Watak seseorang yang menyimpang atau sangat berbeda dengan saudara dan keluarganya yang lain.
Sebagus apapun sebuah keluarga besar biasanya ada saja sebagian anggota keluarganya yang berbeda perilakunya.
SALOKA 138
MALÈNG ADU
Artinya :
Bagaikan maling yang mencuri di sekitar rumahnya.
Isi nasehat :
Kepribadian seseorang yang suka melakukan kerusakan dalam keluarga dan para tetangganya.
Perilaku buruk yang terbiasa dilakukan seseorang di dalam kelurganya sendiri,cepat atau lambat akan berimbas kepada keluarga lain atau tetangga di sekitar rumahnya.
SALOKA 139
MÈGHÂ’ JHUKO’ È ḌÂLEM TOBUNG
Artinya :
Menangkap ikan di dalam mangkok
Isi nasehat :
Orang yang mendapatkan keinginannya dengan tanpa bejerja keras.
Rejeki terkadang datang secara tidak terduga saat seseorang sangat membutuhkannya walaupun tanpa berusaha keras sekalipun
SALOKA 140
MÈGHÂ’ JHUKO’ TA’ BUḌḌHÂK CELLOT
Artinya :
Menangkap ikan tanpa ada bekas lumpur
Isi nasehat :
Orang yang berhasil meraih keinginannya dengan tanpa penghalang apapun.
Tidak semua keinginan besar harus didapat dengan bersusah payah menghadapi rintangan.Bagi seorang yang cerdas atau bernasib mujur banyak keinginan yang didapatkannya tanpa halangan apapun.
Oleh R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS
No Comments
Leave a comment Cancel