SALOKA 41
TABBHUWÂN SENNÈN
Artinya :
Tetabuhan atau musik permainan bola kecil anak laki-laki sambil berjalan menggendong temannya.
Isi nasehat :
Sindiran kepada seseorang yang mengambil peran orang lain untuk melayani dirinya. Misalnya seorang tamu yang melayani sendiri dengan mengambil hidangan sendiri ke dalam kamar sang tuan rumah dan ia pula yang memasukkannya kembali.
Sungguh tindakan kurang pantas mengambil alih peran orang lain hanya untuk menyenangkan dirinya
SALOKA 42
SOTTRA ÈPAKAÈ’ KA CARANG
Artinya :
Sutra dikaitkan kepada ranting bambu yang berduri
SALOKA 43
SAPO EGGHÂ’ SAMPAYYA
Artinya :
Sapu yang putus tali pengikatnya
Isi nasehat :
Hubungan dua orang yang sudah tidak rukun lagi.Komunikasi yang terputus menyebabkan tidak bisa bekerjasama
dan menjadi penghalang kuatnya hidup bersama dalam lingkungannya.
SALOKA 44
SONGAY MATÈ OLONA
Artinya :
Bagai sungai yang sumber airnya telah kering di bagian hulunya
Isi nasehat :
Perumpamaan nasib seorang janda yang ditinggal mati suaminya, tidak bisa mencari nafkah sendiri. Tidak ada salahnya seorang isteri juga mencari nafkah tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang ibu rumah tangga dan mendapatkan restu dari sang suaminya.
SALOKA 45
WA-TOWA AJÂM
Artinya :
Ayam yang tubuh dan bulunya semakin tua semakin indah
Isi nasehat :
Perumpamaan bagi seseorang yang semakin tua semakin cantik atau semakin tampan.
Seseorang yang pandai merawat diri, menjaga kesehatan,pola makan, menjaga pola pikir dan menjaga akhlaknya tidak mustahil tampak semakin menarik dan menpesona bagi pandangan orang lain.
SALOKA 46
WA-TOWA PATÈ’
Artinya :
Anjing biasanya semakin tua semakin kurus dan jelek
Isi nasehat :
Tubuh dan raut muka seseorang yang semakin tua semakin jelek.
Meskipun di masa muda bertubuh sehat dan berwajah cantik atau tampan,tapi bila tidak pandai merawat diri,tidak menjaga kesehatan, tidak menjaga pola makan,tidak menjaga pola pikir, dan berakhlak buruk akan tampak cepat tua,
ringkih dan semakin tidak menarik bila dipandang,
SALOKA 47
WANG-GHUWÂNG NEMMO TAÈ
Artinya :
Kumbang pemakan tahi bertemu tinja
Isi nasehat :
Seseorang yang bertemu dengan makanan yang paling disukai ( doyan )
akan menyantapnya dengan sangat lahap.
Orang yang rakus sering lupa diri dan tak tahu malu saat makanan kesukaannya berada di hadapannya. Saat makanpun seseorang sering tampak watak aslinya yang tamak dan tidak dapat menahan diri
SALOKA 48
LÈKÈ TAK NAMPÈK BÂ’Â
Artinya :
Seperti parit yang tidak menolak air bah ( banjir )
Isi nasehat :
Seorang wanita yang belum akil balik
dikawinkan dengan seorang lelaki tua.
Meskipun perjodohan di antara dua pasang manusia adalah kehendak Tuhan,tetapi jika usia sang suami jauh lebih tua dari isterinya pasti mengundang keritik atau sindiran dari orang sekitarnya. Apalagi jika umur suaminya sebaya dengan umur ayahnya
SALOKA 49
LADDHING TAḌÂ’ BHÂJHÂNA
Artinya :
Ibarat pisau yang tidak mengandung baja
Isi nasehat :
Dikatakan kepada orang yang sudah tidak memiliki kekuasaan dan tak memiliki pengaruh lagi.
Ketika seseorang sedang berkuasa mengutamakan kepentingan egonya, dia bakal kehilangan wibawa saat kekuasannya berakhir.
SALOKA 50
LABU KA KASOR
Artinya :
Jatuh ke menimpa kasur
Isi nasehat :
Seseorang yang selalu mendapatkan kenyamanan dalam setiap pekerjaannya.
Orang yang bernasib mujur selalu menemukan tempat dan suasana yang nyaman dan mapan di nanapun dia bekerja.
Pada umumnya keberhssilan ini dimiliki oleh orang yang melalui proses bekerja keras mengembangkan potensinya di tempat yang tepat.Apa yang dikerjakan cocok dengan potensi dirinya.
Oleh R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS
No Comments
Leave a comment Cancel