1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 51-60)

SALOKA 51

LABU SAMPAYAN

Artinya :
Jatuh bagaikan robohnya tempat jemuran.

Isi nasehat :
Orang yang yang selalu menuruti kemauan orang lain agar orang-orang itu merasa senang. Suatu sindiran bagi orang yang terlalu mengorbankan dirinya utuk membahagiakan orang-orang sekitarnya,sementara dirinya nyaris tak memiliki harga diri dan kemerdekaan pribadi


SALOKA 52

LANGKA’ ANYAR POLO’ ANYAR

Artinya :
Penutupnya baru dan periuknya juga baru

Isi nasehat :
Diumpamakan kepada pasangan pengantin baru antara perjaka dan perawan.
Pasangan suami isteri yang masih baru menikah masih tampan dan cantik bagai sepasang bunga mekar harum mewangi dalam menempuh hidup baru.Melangkah tahapan kehidupan yang serba baru dan harus banyak belajar menata masa depan.


SALOKA 53

LONG-ALONG BUNGBUNG

Artinya :
Bunyi bagian luar saat menabuh bumbung bambu

Isi nasehat :
Seseorang yang tampak luarnya seperti tidak ada masalah apa-apa, tapi sesungguhnya hatinya menyimpan amarah atau kesedihan.Sikap yang harus kita hadapi dan waspadai dengan bijak karena tipe semacam ini acap dimiliki orang yang yang suka bertengkar dengan tetangga atau teman, yang jarang rukun serta membawa masalah berkepanjangan.


SALOKA 54

PA’A’ MÈNTA TOKOL

Artinya ;
Bagai sebuah pahat minta dipukul dengan palu

Isi nasehat :
Sikap seseorang yang dengan sengaja menantang bahaya atau medekati hal yang mencelakakan dirinya.
Gambaran seseorang yang selalu berbuat nekat yang tidak boleh kita tiru
karena mengancam keselamatan .


SALOKA 55

PÈ-APÈ TANGGHILING MATÈ

Artinya :
Bagaikan terenggiling yang pura-pura mati

Isi nasehat :
Seseorang yang berpura-pura diam dan bersikap tenang menghadapi suatu kekuatan ,dia hanya menunggu saat yang tepat untuk bertindak.
Segala tindakan yang memiliki risiko tinggi harus dihadapi dengan kewaspadaan tinggi pula, tak perlu gegabah dan banyak bicara.Segala kemungkinan harus diperhitungkan secara matang dengan mengutamakan sisi keselamatan.


SALOKA 56

PARAO TA’ NEMMO ANGÈN

Artinya:
Orang yang melakukan perjalanan jauh tapi tidak ada tujuan yang pasti.
Setiap mèlakukan perjalanan seharunya
ada perencanaan yang matang terutama tentang tujuan yang ingin dicapai serta segala risikonya, agar tidak ada pengorbanan biaya,tenaga, pikiran,waktu dan pikiran yang terbuang sia-sia.


SALOKA 57

PORO KASÈNḌHU BÂNGKES

Artinya :
Borok yang sangat parah dan sulit disembuhkan

Isi nasehat :
Orang yang mengalami musibah,tapi tanpa penyesalan sedikitpun ,akhirnya akibat kelengahan itu mendapatkan musibah lagi yang lebih besar.
Musibah atau celaka yang dialami seseorang seharusnya menjadi pembelajaran agar lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu.


SALOKA 58

PÈRÈNG AMOSO COBIK

Artinya :
Piring beradu melawan cobek

Isi nasehat :
Golongan priyayi atau bangsawan bermusuhan dengan rakyat kecil.
Sebuah tindakan ceroboh dan merendahkan martabat dirinya. Seharusnya mereka menjadi suri teladan dan memberikan edukasi serta melindungi dan membela kaum lemah untuk mengentas nasibnya agar lepas dari kebodohan dan kemiskinan.


SALOKA 59

PAKO NGENNÈNG KA KAJU

Artinya :
Paku masuk ke dalam kayu

Isi nasehat :
Pendapat yang kukuh tidak bisa ditawar lagi
Keputusan yang yang dilakukan dengan pertimbangan yang matang tidak bisa diubah lagi.
Jika sebuah keputusan telah mantap diambil ,tinggal melakukan eksekusi dan menjadi tanggungjawab semua yang terlibat di dalamnya


SALOKA 60

PÈKOLAN BESSÈ

Artinya :
Pikulan terbuat dari besi

Isi nasehat :
Seseorang yang penghsilannya cukup untuk menghidupi anak isterinya sehingga tidak menyusahkan sanak familinya.
Seorang kepala rumah tangga harus bekerja keras penuh tanggungjawab untuk mencukupi kebutuhan keluarganya agar tidak menjadi beban bagi orang terdekatnya,terutama para familinya

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 51-60)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.