SALOKA 51
LABU SAMPAYAN
Artinya :
Jatuh bagaikan robohnya tempat jemuran.
Isi nasehat :
Orang yang yang selalu menuruti kemauan orang lain agar orang-orang itu merasa senang. Suatu sindiran bagi orang yang terlalu mengorbankan dirinya utuk membahagiakan orang-orang sekitarnya,sementara dirinya nyaris tak memiliki harga diri dan kemerdekaan pribadi
SALOKA 52
LANGKA’ ANYAR POLO’ ANYAR
Artinya :
Penutupnya baru dan periuknya juga baru
Isi nasehat :
Diumpamakan kepada pasangan pengantin baru antara perjaka dan perawan.
Pasangan suami isteri yang masih baru menikah masih tampan dan cantik bagai sepasang bunga mekar harum mewangi dalam menempuh hidup baru.Melangkah tahapan kehidupan yang serba baru dan harus banyak belajar menata masa depan.
SALOKA 53
LONG-ALONG BUNGBUNG
Artinya :
Bunyi bagian luar saat menabuh bumbung bambu
Isi nasehat :
Seseorang yang tampak luarnya seperti tidak ada masalah apa-apa, tapi sesungguhnya hatinya menyimpan amarah atau kesedihan.Sikap yang harus kita hadapi dan waspadai dengan bijak karena tipe semacam ini acap dimiliki orang yang yang suka bertengkar dengan tetangga atau teman, yang jarang rukun serta membawa masalah berkepanjangan.
SALOKA 54
PA’A’ MÈNTA TOKOL
Artinya ;
Bagai sebuah pahat minta dipukul dengan palu
Isi nasehat :
Sikap seseorang yang dengan sengaja menantang bahaya atau medekati hal yang mencelakakan dirinya.
Gambaran seseorang yang selalu berbuat nekat yang tidak boleh kita tiru
karena mengancam keselamatan .
SALOKA 55
PÈ-APÈ TANGGHILING MATÈ
Artinya :
Bagaikan terenggiling yang pura-pura mati
Isi nasehat :
Seseorang yang berpura-pura diam dan bersikap tenang menghadapi suatu kekuatan ,dia hanya menunggu saat yang tepat untuk bertindak.
Segala tindakan yang memiliki risiko tinggi harus dihadapi dengan kewaspadaan tinggi pula, tak perlu gegabah dan banyak bicara.Segala kemungkinan harus diperhitungkan secara matang dengan mengutamakan sisi keselamatan.
SALOKA 56
PARAO TA’ NEMMO ANGÈN
Artinya:
Orang yang melakukan perjalanan jauh tapi tidak ada tujuan yang pasti.
Setiap mèlakukan perjalanan seharunya
ada perencanaan yang matang terutama tentang tujuan yang ingin dicapai serta segala risikonya, agar tidak ada pengorbanan biaya,tenaga, pikiran,waktu dan pikiran yang terbuang sia-sia.
SALOKA 57
PORO KASÈNḌHU BÂNGKES
Artinya :
Borok yang sangat parah dan sulit disembuhkan
Isi nasehat :
Orang yang mengalami musibah,tapi tanpa penyesalan sedikitpun ,akhirnya akibat kelengahan itu mendapatkan musibah lagi yang lebih besar.
Musibah atau celaka yang dialami seseorang seharusnya menjadi pembelajaran agar lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu.
SALOKA 58
PÈRÈNG AMOSO COBIK
Artinya :
Piring beradu melawan cobek
Isi nasehat :
Golongan priyayi atau bangsawan bermusuhan dengan rakyat kecil.
Sebuah tindakan ceroboh dan merendahkan martabat dirinya. Seharusnya mereka menjadi suri teladan dan memberikan edukasi serta melindungi dan membela kaum lemah untuk mengentas nasibnya agar lepas dari kebodohan dan kemiskinan.
SALOKA 59
PAKO NGENNÈNG KA KAJU
Artinya :
Paku masuk ke dalam kayu
Isi nasehat :
Pendapat yang kukuh tidak bisa ditawar lagi
Keputusan yang yang dilakukan dengan pertimbangan yang matang tidak bisa diubah lagi.
Jika sebuah keputusan telah mantap diambil ,tinggal melakukan eksekusi dan menjadi tanggungjawab semua yang terlibat di dalamnya
SALOKA 60
PÈKOLAN BESSÈ
Artinya :
Pikulan terbuat dari besi
Isi nasehat :
Seseorang yang penghsilannya cukup untuk menghidupi anak isterinya sehingga tidak menyusahkan sanak familinya.
Seorang kepala rumah tangga harus bekerja keras penuh tanggungjawab untuk mencukupi kebutuhan keluarganya agar tidak menjadi beban bagi orang terdekatnya,terutama para familinya
Oleh R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS
No Comments
Leave a comment Cancel