1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 61-70)

SALOKA 61

PATÈ’ ATAÈ È TOMANGNGA

Artinya :
Anjing berak di tungkunya

Isi nasehat :
Maling yang melakukan pencurian di desanya sendiri.

Untuk menjaga harga dirinya seorang malingpun biasanya melakukan pencurian ke tempat yang jauh dari desanya.Jika mencuri di desanya sendiri adalah gambaran buat seseorang yang sangat tidak tahu malu dan bermartabat amat rendah karena dia tidak peduli aibnya terlihat tetangga sedesanya.


SALOKA 62

PATÈ’ NEMMO TÈTÈ

Artinya :
Bagaikan anjing menemukan titian

Isi nasehat :
Orang yang sangat kaget dan kelabakan karena ketika berbuat jahat terpergok orang.

Biasanya seseorang berusaha keras untuk menutupi perbuatan aibnya dengan berbagai cara termasuk membuat alibi , mengelak atau memungkiri kesalahan yang pernah diperbuatnya.
Siapapun akan kehilangan akal jika ketika berbuat jahat disaksikan langsung orang lain.Perbuatan jahat baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan keduanya adalah aib


SALOKA 63

PATÈ’ ÈDHINA’AGHI KORBHINA

Artinya :
Bagai anak anjing ditinggal induknya

Isi nasehat :
Nasib anak yang ditinggalkan orang tuanya hampir sama dengan murid yang ditelantarkan gurunya,akan berkeliaran ke mana-mana


SALOKA 64

PÈ-SAPÈYAN PAPPA

Artinya :
Bagaikan sapi-sapian yang terbuat dari pelepah

Isi nasehat :
Sikap seseorang yang hanya menuruti kemauan orang lain.

Orang yang tidak memiliki pendirian cenderung hanya ikut-ikutan orang lain.
Orang ini malas berpikir,tidak memiliki ide,pasif dan tidak kreatif.


SALOKA 65

PAGHÂR KALARAS

Artinya :
Teman yang tak bisa dipercaya.

Memiliki teman yang tidak jujur dan tidak bisa menjaga kehormatan kita,ibarat pagar yang rapuh akan mengancam keselamatan kita.


SALOKA 66

Ḍhek-anḍhegghâ tasbhi

Artinya:
Seperti manik pembatas hitungan pada untaian butir manik-manik tasbih

Isi nasehat :
Orang lanjut usia yang sudah tidak dapat bekerja dan tak dapat berbuat apa-apa lagi hanya diharapkan doa dan ridhanya oleh anak cucunya.


SALOKA 67

ḌU’-NONḌU’ KOCÈNG

Artinya :
Menunduk-nunduk seperti kucing.

Isi nasehat :
Sikap orang yang kelihatan pendiam, pura-pura sabar di hadapan musuhnya, tapi sesungguhnya sedang mengatur siasat untuk mencelakakan lawannya.

Seorang yang tak banyak bicara biasanya memiliki kesempatan banyak untuk berpikir,meramu taktik,dan pandai
mengelola keberaniannya dan siap memberikan perlawanan yang hebat.


SALOKA 68

ḌÂḌÂ GHULÂ BÂLÂKANG MÈMBHÂ

Artinya : Bagaikan berdada gula dan berpunggung mimba

Arti nasehat :
Sikap seseorang yang kelihatan manis ketika berhadapan dengan kita, tapi di belakang kita bersikap buruk.

Orang yang berjiwa munafik biasanya lain di bibir lain di hati amat sulit untuk dipercaya.


SALOKA 69

JHÂRÂN ÈKALÈBURI LORANA

Artinya :
Bagai kuda yang disenangi pemeliharanya / majikannya.

Isi nasehat :
Lantaran cakap dan rajin bekerja biasanya dipercaya dengan tambahan tugas yang lebih berat.

Seorang abdi atau bawahan yang taat dan rajin melakukan perintah atasannya
, akan segera naik status atau level dalam tugasnya.


SALOKA 70

JHÂRÂN CELLENG GHUSÈ

Artinya :
Kuda bergusi hitam

Isi nasehat :
Seseorang yang tidak bisa kita jadikan teman terlalu dekat ,karena suka membuka aib orang lain.

Memiliki sahabat akrab harus benar- benar orang terpilih yang bisa kompak lahir batin,saling menjaga kehormatan.
Bukan orang yang menjatuhkan martabat kita.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 61-70)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.