1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 171 – 180)

SALOKA 171

BÂNGAL KA TONḌING TAKO’ KA TAJHEM

Artinya :
Berani menghadapi punggung senjata tajam tapi takut menghadapi bagian yang tajam.

Isi nasehat :
Orang yang tidak berani melawan secara berhadap-hadapan,hanya berani menantang bila musuhnya pergi.

Seorang pengecut dan pecundang biasanya takut berhadapan dengan risiko karena takut mengalami kegagalan. Wataknya paling suka menyalahkan orang lain sehingga sulit mengoreksi dan mengakui kelemahan dirinya.Selain dirinya dalam posisi yang salah masih juga berjiwa penakut.


SALOKA 172

THAK-KATHÈK NYOLÈ’ ENNENG

Artinya :
Sepertu bunyi ” tek ” saat mencubit/ mencukil orang diam

Isi nasehat :
Seseorang yang memiliki kebiasaan ketika sedang mengerjakan sesuatu tugas belum diselesaikan,malah mau memulai pekerjaan lainnya.

Seorang yang memiliki jiwa bertanggungjawab biasanya menyelesaikan dengan tuntas lebih dahulu pekerjaannya sebelum beralih memulai kepada tugas selanjutnya.
Jika berbuat sebaliknya berarti tidak bertanggungjawab.


SALOKA 173

NGÈCO’ GHÂNḌHING

Artiya :
Mencuri perbandingan

Isi nasehat :
Sikap seseorang yang penampilannya berbanding terbalik dengan keadaan yang sesungguhnya.

Perumpamaan ini ditujukan jepada sikap seseorang yang kelihatannya bodoh,ternyata sesungguhnya orang pintar.Juga ada seseorang yang berlagak kaya tapi kenyataannya orang miskin.


SALOKA 174

NGORO’ MALEMMES

Artinya:
Membuat lubang di tanah dengan lagak berbadan lemas

Isi nasehat :
Sikap seseorang yang pura-pura merendah dan berlagak mengharap belas kasih sebab ada maksud untuk mendapatkan sesuatu.

Seseorang yang perlu diwaspadai antara lain yang berlagak” Bagai srigala berbulu domba “, atau seperti pepatah ” Bagai musang berbulu ayam”, karena ada maksud lain di balik sikap lemah lembutnya itu.


SALOKA 175

NGAKAN NANGKA MÈKOL LÈCANGNGA

Artinya :
Barangsiapa yang makan nangka harus membereskan getahnya.

Isi nasehat :
Barangsiapa yang menikmati hasilnya dialah yang harus menanggung segala risikonya atau kesulitannya,

Salah satu kalimat populer sejak jaman dulu ,siapa berani berbuat maka harus berani bertanggungjawab.Berani bertanggungjawab atas perbuatannya adalah salah satu tanda orang telah berjiwa dewasa.


SALOKA 176

NGAKAN KAPOR TA’ NORO’ BÂ’ÂNG

Artinya :
Sindiran melalui pertanyaan ,mengapa makan kapur tidak merasakan pahang ?
( rasa agak pahit pada kapur )

isi nasehat :
Barangsiapa menabur keburukan dialah yang harus menerima balasannya.

Dalam sebuah pribahasa lain sama maksudbya dengan ” Siapa yang menabur angin dia harus menuai badai .” Jangan sampai orang lain yang tidak terlibat perbuatan itu ikut menanggung akibatnya.


SALOKA 177

NGÈRÈT PERRÈNG ḌÂRI KONCO’

Artinya:
Bagaikan menyeret bambu dari pucuknya.

Isi nasehat :
Pekerjaan yang seharusnya mudah tapi dipersulit.

Seorang pemalas dan tidak berpengalaman pada umumnya sering mengalami kesulitan bilamamana menemuan masalah kecil yang sebetulnya mudah diatasi.Contoh yang sering terjadi dalam kehidupan sosial misalnya: dalam acara penting hanya mengundang orang-orang muda sedangkan para sepuh tidak diundangnya .


SALOKA 178

NGADDHU KONCO’NA JHÂRUM

Artinya :
Mengadu ujung jarum

Isi nasehat :
Perumpamaan yang ditujukan dua orang yang sedang mengadu terampil .

Jarang sekali kita menemukan pada saat yang sama dan di tempat yang sama pula menyaksikan dua orang yang sama-sama terampil,cekatan teliti,dan sama-sama lihai ( Madura: longèt ) melakukan hal yang sama.Mereka adalah dua orang yang sama-sama pandai seakan berlomba .Demikian pula diumpamakan kepada dua orang yang sama-sama cerdas berbicara, berbincang ,membahas,dan lihai berunding ( Madura: ghunem ), membahas suatu persoalan


SALOKA 179

NGOTEP ḌÂJÂ NGENNÈNG LAO’

Artinya :
Melempar yang di sebelah utara tapi mengena yang di sebelah selatan.

Isi nasehat :
Gambaran tentang tindakan seseorang yang kurang hati-hati dalam memperlakukan seseorang yang berakibat salah sasaran mengenai orang lain.

Peringatan bagi kita bahwa ketika ingin memperlakukan sesuatu kepada orang lain hendaklah atas peetimbangan yang cermat.Tindakan salah pertimbangan atau salah perhitungan bisa saja salah sasaran justeru mengenai orang lain. Suatu tindakan yang semula dipandang hal kecil tiba-tiba merembet atau menyimpang jauh dari tujuan semula.


SALOKA 180

NGÈTONG SOKONA RÂNG-BIRÂNG

Artinya :
Bagaikan menghitung kaki dari binatang kaki seribu.

Isi nasehat :
Pekerjaan yang tidak berguna

Ini adalah sebuah perumpamaan bagi pekerjaan seseorang yang hanya membung waktu,tenaga,biaya dan pikiran ,sementara mamfaat atau kegunaannya tidak ada sama sekali.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 171 – 180)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.