SALOKA 181
NGALA’ ALÈNGKAÈ
Artinya :
Mengambil alih dan melangkahi
Isi nasehat :
Seorang perempuan yang menikah mendahului kakaknya yang belum beristeri.
Meskipun tidak ada larangan dalam hukum syari’at dan tidak ada pantangan dalam adat istiadat, tetapi ada sebagian
keluarga dengan pertimbangan nilai rasa akan menikahkan anak yang lebih tua sebelum anak yang lebih muda (adiknya).Biasanya diusahakan secara berurutan dari yang sulung sampai yang bungsu.Tetapi secara garis takdir bisa saja saudara yang lebih muda mendapatkan jadwal jodoh mendahului/ melangkahi kakaknya. Dengan melalui musyawarah internal keluarga, kesepakatan itu akan mudah diatasi.
SALOKA 182
NGALASSAGHI NAGHÂRÂ
Artinya :
Negara diumpamakan hutan
Isi nasehat:
Gambaran seseorang yang bersikap
dan bertindak sewenang-wenang mengumpamakan negara bagaikan hutan.
Seseorang atau komunitas yang bersikap arogan karena merasa nemiliki power ,andalan ,atau backing sehingga berani membelakangi institusi negara seperti kepolisian,kejaksaan,pengadilan dan lain-lain,Ibarat macan ia berlagak seperti penguasa hutan tanpa mengikuti aturan hukum negara.
SALOKA 183
NGALECCA’ TAÈ È BHÂTHOK
Artinya:
Bagaikan meremas tinja pada batok kelapa.
Isi nasehat:
Perumpamaan orang yang suka membuka aib atau keburukan sanak keluarganya.
Menutupi atau menjaga rahasia / kejelekan keluarga besar menjadi tanggungjawab seluruh anggota keluarga.Bila ada anggota keluarga membeberkan aib tersebut maka dialah yang yang pertama kali akan mendapat malu.
SALOKA 184
NGALKAL PERRO’NA
Artinya :
Perutnya bagaikan mendidih
Isi nasehat :
Diumpamakan kepada perasaan seseorang yang sangat marah.
Orang yang sedang marah digambarkan
bahwa segala prilakunya tidak terkendali .Orang yang sedang marah sering disebut ” Bhellis”, ( Bhs. Madura) artinya dikendalikan oleh iblis si rajanya syètan.Iblis diciptakan oleh Tuhan dari api .Api berasal dari neraka yang bersifat panas yang menyebabkan hati menjadi panas.Ketika orang marah seluruh tubuh mejadi panas.Mata memerah, nafas tersengal,telinga panas, kepala panas,isi perutpun bagai mendidih atau menggelegak.Akibat panas hawa nafsu yang tidak terkendali maka akal sehat tidak berfungsi.
SALOKA 185
NGALÈNG KA TO’OT
Artinya :
Bagaikan bersembunyi di balik lutut
Isi nasehat :
Gambaran ini ditujukan kepada seseorang yang mudah diketahui persembunyiannya.
Seseorang yang semula memungkiri atau mengelak tidak mengakui atas kesalahannya.Namun karena adanya bukti dan saksi yang sulit disangkal, hanya dengan sedikit introgasi saja iapun segera mengakui kesalahannya.
SALOKA 186
NGOWAN OLAT NGALOMBÂR TANANG
Artinya :
Bagai menggembalakan mata tapi mengumbar tangan
Isi nasehat:
Diumpamakan dengan ulah seorang pencuri yang sedang memperhatikan orang lain yang memiliki barang, setelah sang pemilik lengah maka barang itu langsung dicuri.
Seorang maling,pencopet ,atau penderita kleptomania lainnya akan mengincar sasaran dengan lagak pura-pura bersikap tenang tapi diam-diam ia mengawasi setiap gerak pemiliknya.Ia sangat lihai beraksi ketika pemiliknya kengah.Demikian pula sikap seorang koruptor akan leluasa beraksi saat pengawasan pemerintah mulai longgar.
SALOKA 187
NGÈḌINGNGAGHI MONYÈNA KOJHU’
Artinya:
Bagai mendengarkan bunyi ketilang
Isi nasehat:
Orang yang percaya kepada kabar angin.
Perumpamamaan kepada seseorang yang mempercayai kabar yang tidak jelas sumbernya.Kabar yang asalnya tidak jelas biasanya nerupa kalimat diawali dengan “katanya”,padahal siapa yang paling awal mengatakan,di mana tempatnya,dan kapan waktunya juga tidak jelas,Apalagi jika ditanya apa tujuannya juga tidak jelas.Biasanya kabar itu cenderung dibumbui sesuai selera yang nenyampaikan dengan berbagai ekspresi sesuka hati.Meskipun belum tentu benar tapi juga belum tentu salah ,layak untuk dikonfirmasi dari sumber yang valid dan layak dipercaya.
SALOKA 188
ASÈL TA’ ADHINA ASAL
Artinya :
Hasil tidak meninggalkan asal
Isi nasehat :
Perumpamaan seseorang walaupun sudah kaya tapi tetap rendah hati.
Biasanya seseorang yang asal mulanya miskin dan rendah hati ,setelah berubah kaya akan berubah sikap menjadi sombong.Hal itu bisa diakibatan oleh melimpahnya materi ia bisa membeli apa saja yang diinginkan bahkan terkadang bisa berbuat apa saja sesuai kehendaknya.Apapun bisa dibeli dengan uang.Lama-lama ia merasa berkuasa dan muncul anggapan dalam pikiran pribadinya bahwa dirinya sudah tidak membutuhkan bantuan orang lain, sebaliknya dia merasa dibutuhkan orang lain.Inilah sebagian dari sifat sombong itu. Tapi dalam kenyataan walaupun sedikit masih ada orang tetap rendah hati meskipun telah nenjadi kaya.
Sikapnya masih seperti dulu saat hidup miskin.Ia sadar harta hanya titipan dan tidak dibawa mati.
SALOKA 189
AḌÂNTÈ’ GHETTANA BÂTO
Artinya :
Mananti getah keluar dari batu.
Isi nasehat :
Menanti sesuatu yang mustahil didapatkannya.
Perumpamaan ini adalah keritik yang ditujukan kepada seseorang yang sangat bersmbisi ingin mendapatkan sesuatu di luar batas kemampuan dan batas kewajaran.Misalnya dia menunggu rejeki untuk membangun rumah mewah ,sementara dia malas bekerja.
SALOKA 190
AKOPA’ TANANG SALAJÂ
Artinya :
Bertepuk sebelah tangan
Isi nasehat :
Perumpamaan pada sebuah hasil kesepakatan dua pihak yang hanya ditaati oleh sepihak,tidak mungkin bisa terlaksana.
Musyawarah yang dilakukan dua pihak yang salah satunya kurang ikhlas atau setengah hati sungguh tidak berguna.
Musyawarah dilakukan untuk kepentingan bersama,bernamfaat untuk
kepentingan orang banyak.Tetapi jika ada yang memamfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok, akan merugikan pihak lain. Penyimpangan dari kesepakatan bersama adalah bentuk penghianatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS
No Comments
Leave a comment Cancel