1. Madura

MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 111-120)

SALOKA 111

MARA TÈKOS LEBBHU KA RONGKANGNGA

Artinya :
Bagaikan tikus masuk ke dalam rogga persembunyiannya

Isi nasehat :
Dikatakan kepada orang yang sudah lama merantau ke mancanegara telah kembali pulang dan bermukim di negerinya sendiri.

Bagaimanapun mapannya hidup di negeri orang pasti ada kerinduan untuk kembali ke tanah airnya.Tanah tumpah darah apapun keadaannya pasti penuh kenangan seuarah mulai masa kecil.


SALOKA 112

MARA TÈKOS ÈJHÂI’ BURI’NA

Artinya :
Bagai tikus yang dijahit duburnya
( Konon dahulu ada sejumlah orang iseng karena jengkel dengan tikus yang sering merusak isi rumah,merekapun behasil menangkap seekor tikus.Dubur tikus itupun dijahit rapat sehingga sang tikus sakit perut lantaran tak bisa mengeluarkan kotoran.Tikuspun mengamuk dengan menyerang sesama tikus lainnya,maka terusirlah tikus lainnya tak lagi mau tinggal di rumah itu ).

Isi nasehat :
Dikatakan kepada seseorang yang bertengkar dengan sesama keluarga sendiri. Berawal dari konflik pribadi yang tak terkendali akhirnya bisa merembet kepada orang lain,meskipun terkadang menyasar saudara sendiri ysng tidak terlibat spa-apa.


SALOKA 113

MARA TALÈNA SALEBBÂR

Artèna :
Bagaikan tali celana

Isi nasehat :
Ucapan seseorang yang tidak bisa dipercaya.

Ada pepatah ,” sekali lancung keujian seumur hidup orang tidak percaya “. Maksudnya jika pada awalnya seseorang telah berani berbuat bohong,
maka selanjutnya orang lain bakal sulit untuk mempercai kata-katanya lagi


SALOKA 114

MARA TELLORRA BÂRÂKAY

Artinya :
Bagaikan telur biawak

Isi nasehat :
Dikatakan kepada pasangan suami isteri yang hidup rukun,tetapi sang suami berseteru dengan mertuanya.

Sungguh banyak terjadi meskipun sayang kepada pasangannya ,tetapi kurang rukun dengan sang mertua. Penyebabnya antara lain :
•⁠ ⁠Sang mertua sering ikut campur urusan internal keluarga anaknya
•⁠ ⁠Sang menantu sering membandingkan mertuanya dengan orang tuanya sendiri
•⁠ ⁠Antara menantu dan mertua terlalu nempertahankan egonya masing-masing


SALOKA 115

MARA TELLOR GHÂRÂNG

Artinya :
Seperti telur yang tidak menetas
( telur yang tidak menetas terkadang berbau busuk ,kalau digoyang akan berbunyi dan terasa longgar karena berongga )

Isi nasehat :
Gambaran suara para wanita yang sedang bertengkar mulut.

Cekcok sesama wanita lazimnya begitu ramai,mulai perdebatan,ujaran kebencian sampai saling mencaci maki.Saling mengungkap rahasia dan mengungkap kelemahan lawannya. Selain heboh kata-kata busuk dan jorok juga mudah mereka ucapkan.


SALOKA 116

MARA TOLANGGA JHUKO’ KOPÈ’

Artinya :
Seperti tulang ikan petek
( ikan kopek/ petek sejenis ikan laut berukuran kecil dan pipih berwarna putih keperakan dengan tulang keras dan tajam berdaging sedikit )

Isi nasehat :
Pekerjaan yang bisa nenumbuhkan kegaduhan dan pertengkaran. Urusan kecil dan sepele yang disikapi dengan kaku dan kasar akan menyebabkan pertikaian juga.


SALOKA 117

MARTABHÂT BHÂNDHIL

Artinya :
Bagaikan rotan berduri bengkok

Isi nasehat :
Perumpamaan sikap seseorang yang hanya suka meminta kepada orang lain , sementara dia bersikap kikir tidak mau memberi.

Saling berbagi atau saling memberi dan menerima adalah salah satu wujud menjaga tatanan keseimbangan sosial.
Bagi yang memiliki kelebihan rejeki sepantasnya nembantu yang kekurangan.Kurang pantas apabila yang memiliki kelebihan tidak mau memberi dan hanya siap menerima.Inilah orang yang menentingkan egonya dan tidak memiliki kepedulian kepada sesama.


SALOKA 118

MARABHÂT BÂRÂKAY

Artinya :
Seperti watak biawak

Isi nasehat :
Seorang lelaki yang yang tidak rukun dengan mertuanya,walaupun sayang kepada isterinya.

Dengan adanya akad nikah hubungan menantu dan mertua ibarat anak dan orang tua dan iparpun setara dengan saudara kandung.Lantaran ridha mertua
maka anaknya diserahkan kepada menantunya untuk dijadikan isterinya.
Jika sang nenantu hanya sayang isteri tapi memusuhi mertuanya,berarti menantu durhaka yang layak diumpanakan dengan sikap biawak.


SALOKA 119

MARA WÈ-ROWÈ

Artinya :
Seperti uwir-uwir
( uwir-uwir adalah serangga sejenis belalang yang bunyi gesekan sayapnya
sangat nyaring.,sebagai pertanda umbi-umbian telah tua dan siap dipanen )

Isi nasehat :
Diumpamakan kepada sikap seseorang yang banyak sesumbar tetapi tanpa bukti.

Orang yang besar mulut atau banyak bicara biasanya jarang mebuktikan ucapannya dalam bentuk kenyataan.


SALOKA 120

MARA LABÂY POTÈ

Artinya :
Seperti benang lawe/laway putih
( laway adalah benang tenun lembut terbuat dari serat daun nenas )

Isi Nasehatnya :
Gambaran sikap seseorang yang supel atau mudah bergaul dengan semua orang. Watak yang fleksibel atau tidak kaku akan mudah beradaptasi dengan orang lain sipa saja dan di mana saja.Sikap ramah,pemaaf,serta sangat memaklumi perbedaan karakter orang yang dihadapinya.

Oleh  R.Tg. Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo ,S,Pd.,M.Pd.,M.M.,C.NS

Comments to: MUTIARA NASEHAT DALAM SALOKA MADURA (Saloka 111-120)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.